Apa itu Scrum? Roles, artifacts, dan events untuk pemula
Penjelasan Scrum untuk pemula: tiga peran dalam Scrum Team, tiga artifact, lima event, serta cara menerapkan Scrum di tim kecil tanpa proses berlebihan.
Scrum adalah framework agile untuk mengerjakan pekerjaan yang kompleks dalam periode pendek dengan durasi tetap, yang disebut sprint. Setiap sprint, tim memilih tujuan, mengerjakan bagian backlog yang mendukung tujuan itu, menunjukkan hasilnya, lalu memperbaiki cara kerja untuk sprint berikutnya.
Scrum dikembangkan oleh Ken Schwaber dan Jeff Sutherland, dan aturannya dirangkum dalam Scrum Guide. Versi terbaru Scrum Guide, yang terbit tahun 2020, sengaja dibuat ringkas dan tidak terlalu spesifik untuk software. Panduan ini menjelaskan isinya dengan bahasa sederhana dan contoh untuk tim kecil.
Tiga pilar Scrum
Scrum dibangun di atas empirisme: keputusan diambil berdasarkan apa yang diamati, bukan asumsi. Ada tiga pilar:
- Transparansi: pekerjaan dan progres terlihat oleh semua orang yang terlibat.
- Inspeksi: tim rutin memeriksa hasil dan progres menuju tujuan.
- Adaptasi: jika ada yang menyimpang, rencana atau cara kerja segera disesuaikan.
Kelima event Scrum adalah kesempatan formal untuk inspeksi dan adaptasi. Board dan backlog yang selalu diperbarui menjaga transparansi.
Scrum Team: tiga peran
Scrum Team biasanya berisi sepuluh orang atau kurang. Tidak ada hierarki di dalamnya; setiap peran memegang tanggung jawab yang berbeda.
Product Owner
Product Owner bertanggung jawab memaksimalkan nilai produk. Tugas utamanya mengelola Product Backlog: menentukan Product Goal, menulis dan memperjelas item backlog, serta mengurutkannya. Product Owner adalah satu orang, bukan komite, walaupun ia mendengar masukan dari banyak pihak.
Scrum Master
Scrum Master bertanggung jawab atas efektivitas Scrum Team. Ia membantu tim memahami Scrum, memfasilitasi event bila diperlukan, dan menghilangkan hambatan yang memperlambat tim. Scrum Master bukan atasan dan bukan sekadar notulis rapat.
Developers
Developers adalah anggota yang mengerjakan hasil setiap sprint. Istilah ini tidak terbatas pada programmer; desainer, penguji, penulis, atau analis juga termasuk. Developers menyusun Sprint Backlog, menjaga kualitas sesuai Definition of Done, dan saling bertanggung jawab atas progres.
Peran di tim kecil
Di tim tiga sampai lima orang, satu orang sering memegang lebih dari satu peran. Misalnya, founder menjadi Product Owner sekaligus ikut mengerjakan desain. Itu tidak masalah selama tanggung jawabnya jelas. Yang perlu dihindari adalah Product Owner yang juga menjadi Scrum Master, karena keduanya bisa bertentangan: satu mendorong scope, yang lain menjaga proses dan kapasitas tim.
Tiga artifact dan komitmennya
Artifact adalah informasi yang membuat pekerjaan transparan. Setiap artifact punya komitmen yang menjadi ukuran progres.
| Artifact | Isi | Komitmen |
|---|---|---|
| Product Backlog | Daftar semua yang dibutuhkan untuk memperbaiki produk, diurutkan | Product Goal: tujuan jangka panjang produk |
| Sprint Backlog | Item yang dipilih untuk sprint ini beserta rencana pengerjaannya | Sprint Goal: satu tujuan untuk sprint ini |
| Increment | Hasil kerja yang sudah memenuhi standar dan bisa dipakai | Definition of Done: standar kualitas yang disepakati |
Tanpa komitmen, artifact mudah berubah menjadi daftar pekerjaan biasa. Sprint Goal, misalnya, membuat tim tahu pekerjaan mana yang paling penting ketika ada kejutan di tengah sprint.
Lima event Scrum
| Event | Tujuan | Batas waktu untuk sprint satu bulan |
|---|---|---|
| Sprint | Wadah semua event; periode kerja dengan durasi tetap | Maksimal satu bulan |
| Sprint Planning | Menentukan mengapa sprint ini bernilai, apa yang dikerjakan, dan bagaimana | Maksimal 8 jam |
| Daily Scrum | Memeriksa progres menuju Sprint Goal dan menyesuaikan rencana harian | 15 menit |
| Sprint Review | Menunjukkan hasil ke stakeholder dan menyesuaikan arah produk | Maksimal 4 jam |
| Sprint Retrospective | Memperbaiki cara kerja tim | Maksimal 3 jam |
Untuk sprint yang lebih pendek, durasi event biasanya lebih singkat. Tim dengan sprint satu minggu sering menjalankan Sprint Planning satu jam, Sprint Review 30 menit, dan Retrospective 30–45 menit. Penjelasan dan agenda lengkap setiap event ada di panduan Scrum ceremonies.
Selain lima event tersebut, ada backlog refinement: kegiatan rutin untuk memperjelas, memecah, dan mengestimasi item backlog. Scrum Guide tidak menjadikannya event resmi, tetapi hampir semua tim Scrum menjalankannya.
Alur satu sprint
- Sprint Planning: Product Owner menjelaskan item teratas backlog. Tim menyepakati Sprint Goal dan memilih item yang realistis.
- Pengerjaan harian: Developers mengerjakan item sprint dan memperbarui board.
- Daily Scrum: setiap hari, 15 menit, tim memeriksa progres menuju Sprint Goal dan mengatasi hambatan.
- Refinement: di tengah sprint, tim memperjelas item untuk sprint berikutnya.
- Sprint Review: tim menunjukkan Increment ke stakeholder dan mendengar umpan balik.
- Sprint Retrospective: tim memilih satu atau dua perbaikan cara kerja.
- Sprint berikutnya langsung dimulai.
Contoh: Scrum di tim empat orang
Sebuah startup memiliki satu Product Owner (founder), dua developer, dan satu desainer. Salah satu developer merangkap Scrum Master. Mereka memakai sprint dua minggu.
- Product Goal: “Pemilik toko bisa menerima pesanan online tanpa membalas chat satu per satu.”
- Sprint Goal sprint ke-3: “Pelanggan bisa memilih produk dan mengirim pesanan; pemilik toko menerima notifikasi.”
- Sprint Backlog: halaman katalog, keranjang, formulir pesanan, dan notifikasi email.
- Definition of Done: sudah direview satu orang lain, diuji di ponsel, dan aktif di server staging.
Pada hari ketujuh, integrasi notifikasi ternyata lebih rumit. Karena Sprint Goal jelas, tim memutuskan memakai notifikasi email sederhana dulu dan memindahkan notifikasi WhatsApp ke backlog. Tujuan sprint tetap tercapai.
Kelebihan dan tantangan Scrum
Kelebihan: ritme yang dapat diprediksi, tujuan yang jelas setiap sprint, umpan balik rutin dari stakeholder, dan perbaikan cara kerja yang terus-menerus.
Tantangan: membutuhkan Product Owner yang aktif, event yang dijalankan tanpa tujuan bisa terasa seperti rapat berlebihan, dan pekerjaan mendadak seperti support bisa mengganggu sprint. Untuk pekerjaan yang sangat tidak menentu, Kanban mungkin lebih cocok. Lihat perbandingannya di Kanban vs Scrum.
Kesalahan yang sering terjadi
- Sprint tanpa Sprint Goal. Sprint hanya menjadi kumpulan task, dan tim tidak tahu apa yang harus diprioritaskan saat ada masalah.
- Daily Scrum sebagai laporan ke atasan. Daily Scrum adalah untuk Developers merencanakan hari mereka, bukan untuk melapor.
- Menambah pekerjaan di tengah sprint tanpa diskusi. Jika ada yang mendesak, Product Owner dan Developers membahas dampaknya terhadap Sprint Goal.
- Retrospective tanpa tindak lanjut. Pilih satu perbaikan yang konkret, beri pemilik, dan periksa di retrospective berikutnya.
- Mengukur tim dari jumlah task. Ukuran yang lebih berguna adalah apakah Sprint Goal tercapai dan Increment bisa dipakai.
Menerapkan Scrum di Moovit
Di Moovit, buat sprint melalui Sprints dengan tanggal mulai dan selesai, lalu masukkan task yang mendukung Sprint Goal. Board menampilkan status task selama sprint, dan Daily Scrum bisa dilakukan sambil melihat board bersama. Product Backlog bisa disimpan sebagai task berstatus Backlog dengan prioritas yang jelas.
Lanjutkan dengan panduan sprint planning untuk tim kecil dan template sprint planning, lalu buat akun Moovit untuk memulai sprint pertama.